Kebangkitan Islam di Negara-negara Muslim

Bagaimana kebangkitan Islam di negara-negara Muslim (mayoritas penduduknya Muslim) pascaruntuhnya kerajaan Islam dunia, Turki Utsmani pada 1924? Sudah 88 tahun (1924-2012) kaum Muslim dunia belum memiliki kekhalifahan yang berarti kepemimpinan tunggal. Jika demikian, kaum Muslim lebih buruk dari Bani Israil? Sebab, Bani Israil vakum dari kepemimpinan dunia selama 40 tahun (Al-Maidah: 26). Kini Bani Israil memiliki kepemimpinan tunggal dan bisa menguasai politik dunia? Baca lebih lanjut

Bila Kemenangan Telah Tiba

“Bila telah tiba pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam naungan agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat.” (An-Nashr: 1-3).

Setahun setelah menunaikan Haji Wada’, Rasulullah SAW sakit. Namun, beliau tetap menunaikan tugas kepemimpinan negara. Beliau berziarah ke Uhud guna mendoakan para syuhada yang dimakamkan di tempat tersebut. Baca lebih lanjut

Khalifah Abu Bakar As-Shiddiq ra 11-13 H (632-634 M)

Abu Bakar adalah gelar yang diberikan Rasulullah SAW. Abu Bakar berarti “bapak yang sejak awal (masuk Islam).” Nabi SAW juga memberikan gelar kepadanya “As-Shiddiq”, yang artinya amat membenarkan. Sebab, Abu Bakar membenarkan Isra’ dan Mi’raj yang dialami Rasulullah SAW. Nama aslinya, Abdullah bin Abu Quhafah At-Tamimi. Abdullah adalah nama pemberian Nabi SAW. Nama jahiliyahnya Abdul Ka’bah. Baca lebih lanjut

Pertemuan di Arafah dan Mina

Usai Perjanjian Perdamaian Hudaibiyah pada 9 H, Rasulullah SAW sibuk menerima utusan dari berbagai daerah. Beliau mengutus Abu Bakar As-Shiddiq untuk memimpin 300 jamaah bertolak ke Makkah. Rasulullah SAW pun  merasa bahwa ibadah haji hanya khusus dilakukan orang Muslim, orang musyrik mulai dilarang untuk beribadah haji dengan telanjang.

Rasulullah SAW mengutus Ali guna menyusul Abu Bakar, dengan tugas menyampaikan pesan bahwa orang musyrik mulai dilarang beribadah haji. Ali berada di samping Abu Hurairah seraya menyampaikan pesan dengan mengutip ayat-ayat suci Al-Qur’an Surat At-Taubah: 1-36.

Tahannuts

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan… (Al-‘Alaq: 1)

Sehabis kelahiran putri Muhammad, Ummu Kultsum, banjir besar menerjang Makkah sehingga sebagian dinding Ka’bah rusak. Kabilah-kabilah Arab sepakat membangun dinding Ka’bah yang rusak tersebut.

Ketika tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad, sebagai tempat paling terhormat di Ka’bah, antarkabilah bersitegang. Mereka saling berebut peran yang akan meletakkan Hajar Aswad. Seorang sesepuh Quraisy, Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi berinisiatif bahwa yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad adalah orang yang pertama kali melewati Babus Salam (Pintu Salam) Masjidil Haram. Muhammad yang pertama kali melewati pintu ini. Baca lebih lanjut