Prinsip Dakwah

Mengajak orang lain untuk menuju ridla Allah SWT adalah kewajiban setiap orang Mukmin. Prinsip dakwah kepada orang awam sebagaimana perintah Allah:

1) Dengan cara bijaksana dan nasehat yang bagus.

Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasehat yang bagus dan berilah argumen kepada mereka dengan cara paling bagus. (QS An-Nahl: 125). Baca lebih lanjut

Iklan

Mengontrol Amarah

Zikir adalah amal yang baik dilakukan di setiap kesempatan dan kondisi. Akan tetapi dalam kondisi tertentu, berzikir sangat dianjurkan dan ditekankan. Dalam kondisi tersebut, seorang mukmin diimbau untuk segera berzikir, mengingat Allah Swt untuk menghindari kekhilafan.

 Saat Penting untuk Berzikir:

1. Ketika marah.

2. Ketika dalam perbincangan tidak berguna.

3. Ketika berada di tengah-tengah orang yang khilaf.

4. Ketika sendiri.

5. Ketika beradapan dengan musuh.

6. Ketika berada di pasar.

7. Sebelum melakukan segala perbuatan.

8. Ketika sangat dekat dengan dosa.

9. Ketika merasa was-was akibat godaan setan dan hawa nafsu.

10. Sebelum menjatuhkan keputusan.

 Masing-masing kondisi tersebut adalah saat-saat paling penting bagi setiap mukmin untuk berzikir dan penjelasannya sebagai berikut. Baca lebih lanjut

Hati Adalah Baitullah

Setiap hamba harus membina hatinya dengan adab dan kesantunan. Kesantunan hati berarti penyuciannya. Penyucian hati berarti pengosongan hati dari segala sesuatu selain Allah Swt.

Tidak mungkin manusia dapat menggabungkan kecintaan kepada Allah Swt dengan kecintaan kepada selain-Nya. Karena pada intinya hal tersebut tidak mungkin. Allah Swt menolak kehadiran selain-Nya dalam hati manusia. Allah Swt menyebut diri-Nya sebagai pemilih hati. Disebutkan bahwa “hati adalah singgasana-Ku, rumah-Ku, untuk-Ku, dan tidak boleh ada siapa pun selain-Ku.” Dengan kata lain, hati adalah baitullah. Baca lebih lanjut

Bismillahirrohmanirrohim

Bismillahirrohmanirrohim merupakan ayat tersendiri dari Surat Al-Fatihah. Demikian pendapat ulama yang kuat. Sebagian besar ulama mengucapkan lafal kalimat tersebut dalam shalat. Makna lafal kalimat tersebut adalah:

Dengan nama Allah semata, yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Lafal kalimat ini mengandung kalimat Tauhid, tiada tuhan selain Allah.

Ayat-ayat Al-Qur’an pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW mengandung makna tersebut. Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, demi Tuhanmu yang Mahamulia. Yang telah mengajar dengan pena. Yang mengajari manusia apa yang belum dia ketahui. (Al-‘Alaq: 1-5)

Bismillah untuk memulai perbuatan

Segala perbuatan yang tidak dimulai dengan bismillah, maka ia tidak berkah.