Cahaya Madinah Mengalahkan Kegelapan Makkah

Cahaya Madinah mengalahkan kegelapan Makkah. Bagaimana kriteria cahaya di Madinah dan kegelapan di Makkah?

Ketika Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dibangkitkan menjadi Rasul, di Makkah dalam keadaan gelap. Artinya, keadaan masyarakat dan negara di Makkah tidak mendapatkan bimbingan wahyu dari Allah. Ajaran (millah) Ibrahim masih menjadi rujukan sebagian kecil orang Quraisy. Sebagian besar dari mereka merujuk ajaran campuran antara millah Ibrahim dan berhalaisme. Campuran antara millah Ibrahim dan berhalaisme menurut istilah Al-Qur’an sebagai talbis, yaitu pencampuran antara haq dan bathil. Talbis berpijak pada hawa nafsu sehingga berujung pada terget peraihan harta, tahta dan wanita.

Baca lebih lanjut

Iklan

Mukjizat-mukjizat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda,“Setiap nabi diberi tanda sebagai bukti kenabian mereka. Tanda-tanda yang ditunjukkan itu dapat menarik perhatian umat masing-masing agar beriman kepada mereka. Sedang yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diturunkan Allah. Oleh karena itu aku berharap, akulah yang paling banyak pengikut daripada nabi-nabi lain.” Baca lebih lanjut

Bila Kemenangan Telah Tiba

“Bila telah tiba pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam naungan agama Allah. Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima Taubat.” (An-Nashr: 1-3).

Setahun setelah menunaikan Haji Wada’, Rasulullah SAW sakit. Namun, beliau tetap menunaikan tugas kepemimpinan negara. Beliau berziarah ke Uhud guna mendoakan para syuhada yang dimakamkan di tempat tersebut. Baca lebih lanjut

Ruh di Balik Kemenangan Islam

Untuk memperbaiki moral dan mental-spiritual negara seperti Indonesia, kepada siapa lagi kalau tidak  merujuk pada metode Allah dan Rasul-Nya? Pernahkah Anda memikirkan pasukan Nabi SAW berjumlah 300 orang akan mengalahkan pasukan Quraisy berjumlah 1000 orang di Perang Badar?

Kemenangan Nabi SAW dan para sahabatnya di Perang Badar dilatarbelakangi ruh yang mampu mengendalikan nafsu, bukan sekadar ketrampilan fisik dalam berperang. Ruh tersebut tidak hanya bersemayam dalam diri Nabi SAW, tapi juga diri pasukan yang bertempur bersama beliau. Ruh tersebut bernama keikhlasan. Dalam perang tersebut, Nabi SAW dan para sahabat hanya mencari ridha Allah SWT. Bukan dunia dalam bentuk harta, kedudukan dan wanita yang mereka cari. Tak ada yang mereka cari melainkan Allah; tak ada yang mereka tuju melainkan Allah; tak ada yang diibadahi melainkan Allah; tak ada yang wujud melainkan Allah. Baca lebih lanjut

Tahannuts

Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Maha Menciptakan… (Al-‘Alaq: 1)

Sehabis kelahiran putri Muhammad, Ummu Kultsum, banjir besar menerjang Makkah sehingga sebagian dinding Ka’bah rusak. Kabilah-kabilah Arab sepakat membangun dinding Ka’bah yang rusak tersebut.

Ketika tiba saatnya meletakkan Hajar Aswad, sebagai tempat paling terhormat di Ka’bah, antarkabilah bersitegang. Mereka saling berebut peran yang akan meletakkan Hajar Aswad. Seorang sesepuh Quraisy, Abu Umayyah bin Mughirah Al-Makhzumi berinisiatif bahwa yang paling berhak meletakkan Hajar Aswad adalah orang yang pertama kali melewati Babus Salam (Pintu Salam) Masjidil Haram. Muhammad yang pertama kali melewati pintu ini. Baca lebih lanjut

Ujian Hidup (1)

Tujuan Allah SWT menjadikan hidup dan mati adalah untuk menguji manusia. Siapa di antara mereka yang paling bagus amalannya ketika hidup di dunia.  Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia dalam beramal, yaitu berupa kitab suci yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya. Ada orang yang mau memakai petunjuk-Nya, ada pula yang menolaknya.

Tiap umat pasti ada Rasul atau pemberi peringatan, seperti Nabi Musa diutus untuk umat Bani Israil. Demikian juga Nabi Isa as. Sekarang zaman Nabi Muhammad SAW. Ujian dari Allah yang terberat dialami para nabi dan rasul. Para wali-Nya menempati ujian terberat setelah nabi dan rasul. Hal ini sesuai dengan tugas yang mereka emban. Rasul mengemban tugas paling berat, yaitu mengeluarkan kehidupan umat dari kegelapan menuju cahaya petunjuk Allah. Sedang para wali-Nya meneruskan risalah rasul. Baca lebih lanjut