Mukjizat-mukjizat Rasulullah SAW

Rasulullah SAW bersabda,“Setiap nabi diberi tanda sebagai bukti kenabian mereka. Tanda-tanda yang ditunjukkan itu dapat menarik perhatian umat masing-masing agar beriman kepada mereka. Sedang yang diberikan kepadaku hanyalah wahyu yang diturunkan Allah. Oleh karena itu aku berharap, akulah yang paling banyak pengikut daripada nabi-nabi lain.”

  • Al-Qur’an. Pertama, kemukjizatan bahasa. Kedua, kemukjizatan ilmiah. Ketiga, kemukjizatan berita dan janji di masa mendatang.
  • Bulan terbelah.
  • Rasulullah SAW disucikan hatinya.
  • Awan menaungi Rasulullah SAW.
  • Isra’ dan mi’roj.
  • Penyakit dapat sembuh karena keberkahan Rasul SAW.
  • Rasul SAW dapat melihat ke belakang sebagaimana ke depan.
  • Jari-jari Rasulullah SAW dapat memancarkan air.
  • Makanan dan minuman bertambah karena keberkahan Nabi SAW.
  • Nabi SAW menceritakan hal-hal yang ghaib.
  • Nabi SAW dapat mengeluarkan susu dari kambing kurus.
  • Nabi SAW mengetahui orang-orang yang akan berkhianat.
  • Pasukan malaikat, binatang, ruh suci dan nurani.

Syarat untuk memperoleh karomah maupun mukjizat

Istilah mukjizat biasanya diperuntukkan nabi-nabi Allah. Sedang karomah diperuntukkan waliyullah.  Setiap hamba Allah SWT mempunyai peluang memperoleh karomah, asal memenuhi syarat-syaratnya. Syaratnya adalah yang bersangkutan tidak suka berbuat maksiat dan ahli taubat serta taat kepada-Nya. Sumber kemaksiatan adalah dunia dalam berbagai bentuknya. Secara singkat bentuk dunia adalah harta, tahta dan wanita. Termasuk kategori dunia adalah orang tua dan anak. Sebab dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa suatu hari harta dan anak-anak laki-laki tak akan bermanfaat bagi pemiliknya, kecuali pemilik hati yang suci.

Bila hati sudah berkiblat pada dunia, maka timbullah penyakit di dalamnya. Penyakit-penyakit hati cukup banyak, seperti pemarah, dendam, dengki, cinta dunia, sombong, pamer, keras hati, dusta, buruk sangka, cinta pujian, berlebih-lebihan, tergesa-gesa, kufur nikmat, gengsi, khianat, munafik, kikir, bangga dan serakah. Demikian juga dengan penyakit bodoh, pemalas, keluh-kesah dan rendah diri.

Hamba yang tak suka berbuat maksiat, hatinya pasti suci. Artinya suci dari kiblat dunia dan hanya menghadap kepada Allah SWT.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s