Nabi SAW Berpoligami

Perkawinan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, termasuk poligami. Apa pijakan poligami dalam Islam? Bagaimana Nabi SAW memberikan teladan dalam berpoligami?

Islam memperbolehkan seorang Muslim untuk berpoligami (maksimal 4 orang isteri), dengan syarat ada kemaslahatan atau pemecahan masalah! Dengan adanya syarat tersebut berarti poligami berpijak pada ruh, bukan nafsu. Seringkali kita jumpai seorang Muslim melakukan poligami yang berujung pada keguncangan jiwa. Ini pertanda bahwa tindakan poligaminya berpijak pada nafsu, bukan ruh. Apapun tindakan atau aktivitas seseorang jika berpijak pada ruh, tentu mendatangkan kebahagiaan dan ketenangan. Jika tindakan berpijak pada nafsu, akan terjadi sebaliknya.

Motivasi Nabi SAW Berpoligami

Nabi SAW berpoligami dan beliau beristerikan 9 orang, sebagai pengkhususan dari Allah SWT bagi Nabi-Nya. Ke-9 orang tersebut terkenal dengan sebutan Ummahatul Mukminin (Ibu orang-orang Mukmin). Isteri-isteri Nabi SAW tersebut antara lain:

1. ‘Aisyah binti Abu Bakar As-Shiddiq

Hubungan Nabi SAW dan Abu Bakar amat akrab dan diperlukan tiap saat. Untuk memperlancar hubungan sekaligus menghilangkan kekakuan, maka alangkah baiknya Nabi SAW mengambil ‘Aisyah sebagai isteri. Ketika dinikahi Rasulullah SAW, ‘Aisyah sebagai remaja putri yang sedang tumbuh. Dengan demikian, keadaan ‘Aisyah semacam itu amat bermanfaat bagi pembentukan hukum Islam.

Rasulullah SAW bersabda,“Ambillah setengah agamamu dari Al-Humaira (‘Aisyah) ini.”

2. Hafshah binti Umar

Sahabat kuat kedua setelah Abu Bakar adalah Umar Al-Faruq. Maka alangkah maslahatnya bila Nabi SAW sebagai menantu Umar.

3. Zaenab binti Umaimah binti Abdul Muthalib

Zaenab termasuk dari kalangan putri bangsawan. Pada mulanya Rasulullah SAW meminang Zaenab untuk dijodohkan dengan anak angkat beliau, Zaid bin Haritsah. Zaid termasuk dari golongan hamba sahaya. Islam menghapus perbedaan kasta antara golongan bangsawan dengan hamba sahaya.

Hati Zaenab bergolak! Hatinya masih memendam sedikit perasaan jahiliyah. Apa mungkin menolak pinangan Rasulullah SAW? Namun, perkawinan antara Zaid dan Zaenab pun berlangsung. Bahtera rumah tangga berjalan menghadapi gelombang ombak yang begitu besar. Zaid pun merasa bahwa isterinya lebih tinggi kedudukannnya daripada dirinya sebagai bekas hamba sahaya. Allah SWT memberitahukan kepada Nabi bahwa usia perkawinan Zaid-Zaenab tidak lama. Namun, Nabi enggan memberitahukan hal itu kepada Zaid seraya memerintahkan kepada Zaid untuk tidak menceraikan isterinya dan bertaqwa kepada-Nya (Al-Ahzab: 37).

Obat tersebut tidak dapat menyembuhkan pergolakan hati kedua pasang suami-isteri itu. Maka terjadilah perceraian antara Zaid dan Zaenab. Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk menikahi Zaenab.

Dalam perkawinan Zaid-Zaenab yang berumur pendek ada beberapa pelajaran.

  • Untuk menghilangkan opini dan anggapan masyarakat bahwa bangsawan tidak sama kedudukannya dengan hamba sahaya. Yang membedakan derajat atau kedudukan seseorang di hadapan Allah adalah tingkat ketaqwaan kepada-Nya.
  • Sebagai anak angkat Nabi Muhammad SAW, Zaid dipanggil dengan nama “Zaid bin Muhammad.” Hal ini dihapuskan Allah, dengan cara perintah Allah kepada Nabi untuk menikahi mantan istreri anak angkatnya, Zaid. Dengan demikian, hukum anak angkat berbeda dengan anak kandung.

4. Juairiyah binti Al-Harits bin Abu Dhirar

Juariyah adalah putri Al-Harits, pemimpin Bani Musthaliq. Ketika terjadi peperangan antara kaum Muslimin dan Bani Musthaliq, Al-Harits berhasil dibunuh dan Juairiyah ditawan. Darah Bani Musthaliq masih mendidih dan hendak membebaskan Juairiyah yang menjadi tawanan kaum Muslimin. Untuk memadamkan gejolak Bani Musthaliq, Nabi SAW memperisteri Juariyah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s