Bukan Agama Pedang

Perang (qital) berlainan dengan jihad. Perang bagian dari jihad. Jihad bermakna pengorbanan harta, tenaga dan risiko nyawa demi mempertahankan dan membela agama Allah. Jihad tidak harus dengan perang, tergantung kondisi. Misalnya, jihad dalam rangka berbuat baik kepada kedua orang tua dan membangun masjid.

Tujuan perang dalam Islam adalah melindungi, membela dan mempertahankan dakwah, bukan untuk menyebarkan Islam. Sebab Islam tersebar lantaran dakwah. Allah menyatakan:

Tidak ada paksaan kepada orang lain untuk memasuki Islam. Telah nyata kebenaran dan kesesatan.  (Al-Baqarah: 256).

Serulah ke jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan nasehat yang baik serta ajukan argumen dengan cara paling baik. (An-Nahl: 125).

Bagimu agamamu dan bagiku agamaku (Al-Kafirun: 6)

Bukan agama kekerasan

  1. Ketika di Makkah Nabi Muhammad SAW berdakwah kepada kerabat dan masyarakat dengan nasehat. Beliau tak punya senjata dan harta benda. Islam meresap ke dalam jiwa sebagian tokoh Quraisy, seperti Abu Bakar, Umar bin Khathab, Utsman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Hamzah bin Abdul Muthalib, Thalhah dan Zubair. Adakah pemaksaan dan kekerasan yang dilakukan Rasulullah?
  2. Ketika di Makkah, kaum Quraisy menindas Rasulullah SAW dan pengikutnya dengan kejam. Lalu datang orang-orang Yatsrib memenuhi panggilan beliau untuk masuk Islam hingga berlanjut dengan keislaman suku-suku Arab di Yatsrib. Adakah pemaksaan dan kekerasan yang dilakukan Rasul?
  3. Tatkala Kerajaan Islam  Abbasiyah mengalami kelemahan, datanglah tentara Salib untuk menumpasnya. Namun, banyak tentara Salib yang tertarik pada Islam dan menggabungkan diri ke dalam barisan tentara Islam. Pendeta Thomas berkata,”Banyak tentara Salib tertarik seruan Islam sejak awal di abad ke-12. Di saat tentara salib mengalami kemenangan, justeru banyak dari mereka yang tertarik pada Islam. Mereka terdiri dari masyarakat biasa, tokoh dan panglima perang.” Seorang ahli sejarah Kristen berkata,”Ada 6 pangeran Kerajaan Baitul Maqdis kesurupan setan pada malam pertempuran Hithin. Lalu mereka masuk Islam tanpa dipaksa oleh siapapun.” AdakahIslam tersiar di tengah kaum Nasrani melalui kekerasan?
  4. Di abad ke 7 Hijriah, bangsa Mongol menyerbu Kerajaan Islam Abbasiyah dengan biadab. Mereka membantai kaum Muslimin. Raja dan keluarganya mereka bantai. Istana, masjid dan gedung-gedung mereka hancurkan. Buku-buku dan kitab-kitab mereka bakar. Pada 656 H Kerajaan Abbasiyah mereka gulingkan, sehingga kekuasaan berpindah ke tangan bangsa Mongol. Namun, tak berapa lama datanglah muballigh-muballigh ulung menyampaikan Islam kepada pasukan Mongol dengan santun. Banyak dari pasukan Mongol yang masuk Islam, termasuk para petinggi mereka. Di antara petinggi Mongol yang memeluk Islam adalah Jenghis Khan dan Hulagu Khan. Khan adalah gelar Islam bagi petinggi Mongol.
  5. Dalam peperangan Nabi Muhammad SAW kadang menang dan kadang kalah. Namun, Islam tetap tersebar kendati kaum Muslimin mendapatkan kemenangan atau kekalahan.

Sebab-sebab Peperangan dalam Islam

  1.  Membela diri. (Al-Hajj: 39-40). Dalam ayat tersebut mencerminkan semangat dan suasana damai, meskipun ada izin untuk berperang. Naib fa’il udzina adalah qital, tapi tak disebutkan. Yang disebutkan adalah penyebab pemberian izin perang, yaitu biannahum zhulimuu (karena orang-orang Islam dianiaya). Juga perintah berperang jika musuh menyerang (Al-Baqarah: 19). Ini adalah membela jiwa, harta dan kehormatan. Islam melarang perang yang didorong oleh nafsu, sehingga melampaui batas.
  2. Menjaga dakwah dan melindungi umat. Banyak orang yang ingin masuk Islam, tapi terkendala oleh penganiayaan kaum kafir. Maka Allah mengizinkan perang dengan tujuan memberi kesempatan kepada orang yang mau masuk Islam.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s