Antara Hijrah dan Negara

Kronologi Hijrah Nabi Muhammad SAW

Sepeninggal Khadijah dan Abu Thalib, gangguan kaum Quraisy terhadap dakwah Islam kian menjadi-jadi. Berbagai teror fisik yang dialami Rasul telah berlangsung, seperti cekikan atas beliau, pelemparan kotoran unta dan ranjau-ranjau duri di jalan yang akan beliau lewati. Di Thaif Rasul dilempari dengan batu. Nabi SAW tidak berputus asa di tengah kesulitan. Beliau mengadukan kedaaan semacam itu kepada Allah.

Ya Tuhanku, aku tiada mempedulikan kesulitan-kesulitan selama Engkau tidak marah kepadaku.

Nabi SAW pantang surut semangat dalam menyiarkan agama-Nya. Ditemuilah rombongan-rombongan jamaah haji yang berasal dari pelosok tanah Arab. Beliau memperkenalkan diri dan agama-Nya kepada rombongan-rombongan itu. Kaum Quraisy pun memperingatkan kepada rombongan haji, agar tidak tertipu oleh propaganda Muhammad yang membawakan agama baru. “Muhammad orang gila, tukang sihir…” kata kaum Quraisy.

Namun, tidak semua rombongan jamaah haji menelan mentah-mentah peringatan kaum Quraisy tersebut. Sebagian rombongan jamaah haji telah mendengar berita yang bersumber dari kitab suci Taurat atau Injil bahwa akan muncul seorang utusan Tuhan dari tanah Hejaz, dengan membawa agama baru. Maka sebagian rombongan jamaah haji mendengarkan ucapan Nabi SAW dan memperkenankannya.

  • Pada tahun 10 bi’tsah (diutusnya kenabian):

Jamaah haji tersebut mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dari lisan Nabi Muhammad SAW. Muncullah perasaan hormat dan cinta kepada Nabi. Tersiarlah Islam. Di antara jamaah haji tersebut adalah tokoh-tokoh suku Khazraj di Yatsrib. Sepulang dari menunaikan ibadah haji, tokoh-tokoh tersebut menyampaikan pesan-pesan Nabi kepada penduduk Yatsrib. Banyak penduduk Yatsrib yang menerima Islam. Maka Nabi pun mengirimkan utusan untuk mengembangkan Islam di Yatsrib.

  • Pada tahun 12 bi’tsah:

Di musim haji tahun ini tokoh-tokoh Yatsrib tersebut menjalin janji setia dengan Nabi. Terjadilah ikatan yang kuat antara Nabi dan para pengikutnya di Yatsrib.

Penduduk Yatsrib

  1. Di bagian utara. Di daerah utara terdapat golongan Yahudi.
  2. Di bagian selatan. Di daerah ini terdapat suku Arab Aus dan Khazraj.

Antara golongan Yahudi dan suku Arab telah berlangsung permusuhan bebuyutan. Suku Aus dan Khazraj bersatu dalam menghadapi golongan Yahudi. Namun, antara suku Aus dan Khazraj juga terjadi permusuhan. Aus dan Khazraj saling berlomba dalam memeluk Islam demi mencari kepemimpinan Nabi. Kedua suku Arab tersebut masuk Islam, sedang sebagian besar golongan Yahudi tetap memeluk agama mereka.

Silih berganti antara kekalahan dan kemenangan dalam peperangan  golongan Yahudi dan suku Arab. Jika golongan Yahudi kalah dalam perang, mereka berdoa kepada Allah agar segera diturunkan Nabi yang akan membimbing mereka dan dapat mengalahkan suku Arab (Al-Baqarah [2]: 89).

Nabi Muhammad SAW di Madinah

Setibanya di Yatsrib, kota ini terkenal dengan sebutan Al-Madinah. Hijrahnya Nabi SAW dari Makkah ke Madinah ditetapkan sebagai tahun Hijriah.

Setelah Nabi SAW berhijrah ke Madinah dan banyak orang masuk Islam, beliau membentuk masyarakat baru. Nabi SAW meletakkan dasar-dasar negara Islam.

  1. Mendirikan Masjid. Masjid sebagai tempat ibadah dan belajar.  Di masjid juga diadakan majlis mahkamah dan penyelesaian masalah umat Islam.
  2. Mempersaudarakan antara kaum Anshar dan Muhajirin. Umat Islam Makkah yang berhijrah ke Madinah disebut Muhajirin, sedang umat Islam di Madinah disebut Anshar. Kebanyakan Muhajirin menderita kekurangan, karena mereka meninggalkan harta bendanya di Makkah. Misalnya, Rasulullah SAW mempersaudarakan Abu Bakar As-Shiddiq dengan Kharijah bin Zuhair, Ja’far bin Abu Thalib dengan Mu’az bin Jabal. Ali bin Abu Thalib terpilih sebagai saudara Rasul SAW sendiri. Demikianlah Rasulullah SAW telah mengadakan persaudaraan berdasarkan ikatan aqidah, bukan kesukuan.
  3. Perjanjian Kerja sama antara sesama Muslim dan non-Muslim. Setelah peristiwa hijrah, penduduk Madinah terdiri dari 3 golongan, yaitu umat Islam, Yahudi (Bani Nadhir dan Bani Quraizhah) dan suku Arab non-Muslim.

Perjanjian kerja sama tersebut sebagai berikut.

  • Golongan tersebut memiliki karakter keagamaan dan politik. Kelompok ini berhak menjatuhkan hukum bagi pembuat kerusakan dan melindungi orang-orang yang patuh.
  • Kebebasan beragama terjamin.
  • Baik golongan Yahudi maupun umat Islam berkewajiban bahu-membahu secara moral dan material dalam membela Madinah.
  • Rasulullah SAW adalah pemimpin Madinah sehingga menjadi rujukan penyelesaian masalah.

     4. Meletakkan dasar-dasar politik, ekonomi dan sosial.Islam adalah agama dan negara. Oleh karena itu Islam harus meletakkan dasar-dasar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan dalam periode ini dalam rangka tasyri’ (pebinaan hukum). Ayat-ayat yang belum jelas, diberikan penjelasan oleh Rasulullah SAW melalui ucapan, perbuatan dan taqrir (sikap diam). Muncullah 2 sumber hukum Islam, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah.

Dalam bidang politik ada akhlak musyawarah. Di bidang ekonomi, ada jaminan dari si kaya untuk kaum miskin. Di bidang kemasyarakatan, ada ajaran persamaan antarmanusia. Mereka mempunyai kedudukan hukum di hadapan Allah. Yang membedakan mereka adalah kadar ketaqwaannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s