Ujian Hidup (1)

Tujuan Allah SWT menjadikan hidup dan mati adalah untuk menguji manusia. Siapa di antara mereka yang paling bagus amalannya ketika hidup di dunia.  Allah telah memberikan petunjuk kepada manusia dalam beramal, yaitu berupa kitab suci yang diwahyukan kepada para Rasul-Nya. Ada orang yang mau memakai petunjuk-Nya, ada pula yang menolaknya.

Tiap umat pasti ada Rasul atau pemberi peringatan, seperti Nabi Musa diutus untuk umat Bani Israil. Demikian juga Nabi Isa as. Sekarang zaman Nabi Muhammad SAW. Ujian dari Allah yang terberat dialami para nabi dan rasul. Para wali-Nya menempati ujian terberat setelah nabi dan rasul. Hal ini sesuai dengan tugas yang mereka emban. Rasul mengemban tugas paling berat, yaitu mengeluarkan kehidupan umat dari kegelapan menuju cahaya petunjuk Allah. Sedang para wali-Nya meneruskan risalah rasul.

Ujian Nabi Muhammad SAW (611-634 M)

Ujian yang dialami Nabi Muhammad SAW berupa teror mental dan fisik. Di awal pengembangan dakwah, begitu berat ujian yang beliau alami. Misalnya, desakan kaum Quraisy kepada Abu Thalib untuk memaksa keponakannya, Muhammad SAW menghentikan dakwah. Maka Nabi pun menjawab,”Andaikata kaum Quraisy meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku agar aku menghentikan dakwah, maka aku tak akan menghentikannya sehingga Allah memenangkan agama-Nya atau aku mati dalam membela dakwah.”

Mengapa kaum Quraisy menghalangi dakwah Islam?

1. Persaingan kekuasaan.

Kaum Quraisy tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada Muhammad berarti tunduk kepada keluarga besar beliau, yaitu Bani Abdul Muthalib.

2. Persamaan antara bangsawan dan hamba sahaya.

Islam hanya mengajarkan bahwa manusia yang paling terhormat di hadapan Allah adalah yang paling bertaqwa kepada-Nya. Dengan demikian hamba sahaya bisa lebih tinggi kedudukannya di hadapan Allah SWT jika ia lebih bertaqwa. Ini yang tidak disukai kebanyakan bangsawan Quraisy.

3. Pembalasan pascakematian

Kaum Quraisy tidak bisa menerima ajaran kebangkitan pascakematian dan  pembalasan atas amalan manusia. Gambaran keadilan ini amat dibenci oleh orang-orang yang durjana dan sewenang-wenang.

4. Mengikuti tradisi nenek moyang

“Apakah mereka anak mengikuti nenek moyang kendati nenek moyang itu tiada mengetahuidan mendapat petunjuk?” (QS. Al-Maidah: 104).

5. Menafikan sesembahan (patung)

Hal ini penyebab lahir.

Ujian selanjutnya, Rasulullah SAW dan Bani Hasyim yang Muslim maupun  yang masih kafir dikucilkan oleh kaum Quraisy selama 3 tahun. Rasulullah berasal dari Bani Hasyim. Akibat pengucilan ini, kehidupan Bani Hasyim amat memprihatinkan. Dalam kesepakatan pengucilan disebutkan bahwa sikap kaum Quraisy terhadap Bani Hasyim “… tak boleh mengadakan hubungan jual-beli, tak boleh mengadakan kunjungan, tak boleh mengadakan hubungan perkawinan dan tak boleh mengantarkan jenazah mereka.”   Mereka makan seadanya, bahkan sangat kekurangan.  Dalam masa pengucilan ini pamannya, Abu Thalib dan istrinya, Khadijah wafat. Padahal secara moral, Abu Thalib sebagai pelindung dakwah Nabi. Demikian juga Khadijah yang membeayai banyak aktivitas Rasul dalam berdakwah. Kini harta Rasul dihabiskan untuk pengembangan dakwah.

Rasul sekarang berjalan kaki menuju Thaif untuk mencari tempat subur dalam mengembangkan agama. Namun ujian baru menjemputnya. Raulullah SAW dilempari dengan batu ketika berdakwah di Thaif hingga berdarah. Anak-anak juga diprovokasi untuk melempari beliau dengan batu. Sesampainya di Makkah, beliau dihibur Allah SWT dengan peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Beliau diperjalankan di malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina), lalu dimi’rajkan (diangkat) menuju langit dan Sidratul Muntaha. Malaikat Jibril ‘alaihissalam menuntun Rasulullah SAW menuju langit.

Rasulullah SAW akhirnya diizinkan Allah SWT untuk berhijrah ke Yatsrib. Dalam perjalanan menuju Yatsrib beliau ditemani Abu Bakar As-Shiddiq. Di perjalanan beliau dikejar Suraqah bin Malik Al- Quraisy. Suraqah tergiur oleh pengumuman kaum Quraisy, bahwa siapapun yang berhasil menangkap Muhammad hidup atau mati akan diberi hadiah menggiurkan. Namun, kuda yang ditunggangi Suraqah selalu terjatuh ketika hampir mendekati Rasul. Upaya Suraqah untuk membunuh Rasul menemui kegagalan.

Setelah Yatsrib menjadi tempat hijrah Rasulullah SAW dan kaum Muhajirin, maka daerah ini diubah namanya menjadi Madinah Al-Munawwaroh. Artinya, tempat untuk menegakkan agama Allah yang dipenuhi cahaya. Rasul mendirikan Masjid Nabawi dengan atap daun kurma. Di masjid inilah berbagai urusan umat dan masyarakat dimusyawarahkan dan diselesaikan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s