Pro dan Kontra Orientalis

Aku berlindung kepada Allah SWT dari godaan syetan yang terkutuk. Dengan nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Sejak bangkitnya negeri-negeri Muslim (mayoritas penduduknya Muslim) menentang penjajahan Barat secara nasional pada 1940-an, banyak pengamat Barat menyoroti dunia Islam.

Upaya penjajahan maupun telaah sosiologis, historis dan politis terus orientalis (pengamat Barat) lakukan tentang dunia Islam. Perasaan khawatir, cemas, iri hati dan dendam tampak dalam tulisan mereka, baik melalui buku, majalah maupun koran. Ada rasa kagum yang penuh tanda tanya terlontar di kalangan mereka, faktor apakah yang menyebabkan kebangkitan Islam?

Majalah Mingguan Internasional, Time edisi 16 April 1979 menulis cover berjudul “The World of Islam”  (Dunia Islam) dan “Islam, the Militant Revival” (Islam, Kebangkitan yang Militan). Diketengahkan pernyataan beberapa  tokoh sebagai berikut.

“We Muslims are one family even though we live under different governments and in various regions.”

Ayatullah Ruhollah Khomeini, leader of Iran’s revolution

“The real force of Islam is the feeling that you belong to a brotherhood with the obligation to serve that brotherhood and thereby serve God.”

Sheik Ahmed Zaki Yamani, Saudi Minister of Petroleum

“Islam judges, Islam protects, Islam urges resistance when there is injustice.”

Anwar Gamall, Egyptian university student

(Ayatullah Ruhollah Khomeini, pemimpin revolusi Iran berkata,”Kami adalah satu keluarga Muslim, kendati hidup di bawah pemerintahan yang berbeda dan bertempat tinggal di berbagai kawasan.”

(Syekh Ahmad Zaki Yamani, Menteri Perminyakan Saudi berkata,”Kekuatan nyata Islam adalah perasaan bahwa Anda memiliki sebuah persaudaraan dengan kewajiban melayani persaudaraan tersebut. Dengan demikian melayani Tuhan.”)

(Anwar Gamall, Mahasiswa universitas Mesir berkata,”Islam menghakimi, Islam mengisolir dan Islam menentang penghalang ketika ada ketidakadilan.”)

Situs-situs internet menyoroti fenomena “kebangkitan Islam” identik dengan terorisme, antara lain:
Monitor Militan Islam

Bagaimana Islam Standar?

Islam yang diwariskan para nabi ada 4 elemen, yaitu syariat, thoriqoh, hakikat dan ma’rifat. Inilah Islam yang standar. Di Indonesia dewasa ini kebanyakan umat Islam kurang memahami Islam yang standar sebagaimana yang diwariskan Nabi Muhammad SAW maupun nabi-nabi yang lain. Kebanyakan umat juga tidak mengamalkan Islam yang standar sehingga sulit bagi mereka mendapatkan pertolongan Allah SWT untuk mencapai posisi ya’lu (di atas), artinya umat yang memimpin yang melakukan amar ma’ruf nahi mungkar.

Firman Allah SWT:

Kalian adalah umat terbaik yang dibangkitkan untuk menusia, yang beramar ma’ruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah  (QS. Ali Imran: 110)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s