Hati Adalah Baitullah

Setiap hamba harus membina hatinya dengan adab dan kesantunan. Kesantunan hati berarti penyuciannya. Penyucian hati berarti pengosongan hati dari segala sesuatu selain Allah Swt.

Tidak mungkin manusia dapat menggabungkan kecintaan kepada Allah Swt dengan kecintaan kepada selain-Nya. Karena pada intinya hal tersebut tidak mungkin. Allah Swt menolak kehadiran selain-Nya dalam hati manusia. Allah Swt menyebut diri-Nya sebagai pemilih hati. Disebutkan bahwa “hati adalah singgasana-Ku, rumah-Ku, untuk-Ku, dan tidak boleh ada siapa pun selain-Ku.” Dengan kata lain, hati adalah baitullah.

Kecintaan Terhadap Selain Allah Termasuk Kemusyrikan

Allah Swt tidak menerima segala bentuk penyekutuan dalam hati termasuk terkait kecintaan dan ketergantungan. Dengan ungkapan yang lebih sederhana, menyisakan ruang untuk kecintaan terhadap selain Allah Swt, adalah salah satu jenis kemusyrikan. Karena, pada tahap penciptaan, Allah Swt menciptakan satu dimensi di antara berbagai sisi yang dimiliki manusia, hanya untuk-Nya. Yaitu hati manusia.

Hati Seorang Mukmin Adalah Singgasana Allah

Telah saya singgung sebuah riwayat pada pembahasan sebelumnya dan kali ini saya akan mengulanginya. Ada banyak riwayat yang menyerupainya. Jadi riwayat seperti ini bukan hanya satu. Diriwayatkan Rasulullah Saw besabda:

«قال رسول الله(صلی الله علیه وآله‌ وسلم): ان لله تعالی فی الارض أوانیالا و هی القلوب»

“Ada tempat-tempat di dunia ini yang hanya milik Allah Swt yaitu hati.”

Alasan mengapa hati manusia menjadi tempat atau singgasana Allah Swt dijelaskan pada riwayat lain. Tempat atau singgasana itu harus sesuai dengan yang akan menempati.

Dalam riwayat lain disebutkan;

«لا یسعنی أرضی و لا سمائی و لکن یسعنی قلب عبدی المؤمن»

“Langit dan bumi tidak cukup untuk-Ku [Allah], akan tetapi sebuah wujud yang mampu menampung adalah hati hamba-Ku yang mukmin.”

Dari sini kita telah ketahui betapa pentingnya hati manusia. Sama seperti riwayat itu, ada banyak riwayat yang menjelaskan pentingnya hati manusia termasuk di antaranya;

«قَلْبُ الْمُؤْمِنِ عَرْشُ الرَّحْمَنِ»

“Hati mukmin adalah Arsy (singgasana langit) Allah.”

 Memangnya ada yang lebih tinggi daripada itu?

 Hati Adalah Baitullah

Saya telah jelaskan bahwa penyucian hati adalah penafian kecintaan kecuali kepada Allah Swt. Alasannya, karena tempat ini [hati] hanya milik-Nya, dan Allah tidak menerima kehadiran pihak lain. Oleh karena itu, hati adalah baitullah, milik-Nya, dan rumah Allah.

Hati Bernilai Tertinggi dalam Wujud Manusia

Saya ingin menyinggung satu pembahasan singkat bahwa kita ketika menganalisa seluruh dimensi dalam wujud manusia, kita akan menyadari bahwa hati adalah dimensi yang paling berharga di antara sisi lainnya. Akal, jiwa, anggota tubuh, dan indera bukan yang paling utama. Karena hati adalah baitullah. Akal pada intinya selalu mengikuti kebenaran yaitu Allah. Adapun yang menerima Allah adalah hati.

Adab Hati, Jenis Adab yang Paling Bernilai

Menyatukan setiap dimensi dalam diri manusia sungguh sangat bernilai, dan hal ini tidak diragukan. Yakni ketika kita ingin menilai seseorang, maka yang perlu kita perhatikan adalah sisi mana dalam dirinya yang lebih beradab. Nilai manusia terletak pada adab dan kesantunannya. Di antara adab dan kesantunan  tersebut, yang paling bernilai adalah adab hati.

Dalam sebuah riwayat disebutkan Imam Ali as berkata kepada seorang sahabat;

«یَا مُؤْمِنُ إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ وَ الْأَدَبَ ثَمَنُ نَفْسِکَ»

Hai orang mukmin, sesungguhnya ilmu dan adab ini harga dirimu.

Imam Ali as menegaskan bahwa ketika kita menerima perintah Allah Swt yang berarti mengetahui dan menjaga batasan-batasan ilahi, maka adab (yang juga disebut sebagai mengenal batasan ilahi) itu adalah letak nilai diri kita. Kita harus berupaya untuk meraih kedua hal tersebut, yakni mengenal dan menjaga batasan-batasa ilahi

 «فَمَا یَزِیدُ مِنْ عِلْمِکَ وَ أَدَبِکَ یَزِیدُ فِی ثَمَنِکَ وَ قَدْرِکَ»

Yang berarti bahwa tingkat adab kita akan menentukan nilai diri kita. Di antara bebagai jenis adab yang akan mengangkat tinggi nilai kita adalah adab hati, baik dari sisi kondisi maupun amalan hati.

Pujian Allah Swt Kepada Rasulullah

Pujian Allah Swt kepada Rasulullah Saw yang disebutkan dalam al-Quran menitikberatkan pada pada adab hati Nabi. Disebutkan bahwa adab hatimu yang mengantarkanmu pada derajat ini.

 روی عن الصادق(علیه‌السلام) قال: «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ أَدَّبَ نَبِیَّهُ عَلَى مَحَبَّتِهِ»

Allah Swt menyantunkan hati Rasulullah dengan kecintaan kepada-Nya. Adab hati berarti membersihkannya dari selain Allah. Dan kecintaan kepada selain Allah tidak ada dalam hati nabi.

 «إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ أَدَّبَ نَبِیَّهُ عَلَى مَحَبَّتِهِ فَقَالَ وَ إِنَّکَ لَعَلى‏ خُلُقٍ عَظِیم‏»

Sesungguhnya Allah azza wa Jalla mendidik nabi-Nya agar mencintai-Nya, lalu berfirman,”Sesungguhnya Engkau di atas akhlak yang agung.”

Yang berarti bahwa kecintaan hanya kepada Allah Swt itu adalah adab tertinggi dan termulia.

Jika kita perhatikan hadis dan riwayat tentang adab hati, semuanya memfokuskan pada adab hati, kesantunan hati, dan zikir kepada Allah. Contohnya;

 «أصل صلاح القلب اشتغاله بذکر الله»

 ؛ «جلاء هذه القلوب ذکر الله‏»

Atau seperti yang disebutkan dalam banyak khotbah Imam Ali as;

 «إِنَّ اللَّهَ سُبْحَانَهُ جَعَلَ الذِّکْرَ جِلاءً لِلْقُلُوب»

Sesungguhnya Allah menjadikan dzikir sebagai  

keagungan bagi hati

Atau dalam wasiat Imam Hasan as;

  « فَأُوصِیکَ بِتَقْوَى اللَّهِ یَا بُنَیَّ وَ لُزُومِ أَمْرِهِ وَ عِمَارَةِ قَلْبِکَ بِذِکْرِهِ وَ الِاعْتِصَامِ بِحَبْلِه‏»

Ini semua adalah karena sisi batin atau hati manusia adalah yang paling berharga bagi manusia. Nilai batin manusia terletak pada adabnya, adab batin adalah menyucikan hati, dan hati yang suci adalah yang tidak mencintai kecuali Allah Swt.

Pasukan yang Tak Terlihat

Pasukan Allah yang tak terlihat yang hanya diperuntukkan orang-orang beriman antara lain malaikat, binatang, kesucian hati, ruh orang-orang mati di jalan Allah (nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin). Kesucian hati menjelma menjadi sinyal pasukan dalam anggota tubuh orang mukmin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s