Wirausaha Islami

Eksistensi bisnis bukan hanya terpaku pada raihan keuntungan. Nilai spiritualisme sekaligus sosialisasi kemandirian lewat wirausaha menjadi kekuatan sinergitasnya. Selain aktivitas bisnis, harus banyak  upaya pemberdayaan generasi muda yang diberikan melalui pelatihan gratis kewirausahaan.

Pengusaha hendaknya jangan hanya bermaksud menangguk untung saja di dunia bisnis. Ia harus serius membuka pusat pelatihan bagi para peminat usaha. Generasi muda harus diajari mengelola usaha hingga pengelolaan keuangan dengan prinsip akuntansi.

Program ini tentunya diperuntukkan para pemuda lulusan SMU, masyarakat yang hanya berpendidikan rendah, hingga para fakir miskin. Harapannya bisa menyinergikan konsep bisnis serta jejaring pemberdayaan kewirausahaan di kalangan masyarakat informal.

Kesuksesan bisnis Hendy misalnya, direngkuhnya melalui perjuangan sejak tahun 2003. Berawal dari jualan dengan gerobak, ia berhasil mengembangkan sayap bisnisnya dalam waktu empat tahun. Hingga pengujung 2006, pengusaha muda tersebut mencatat telah memiliki 100 outlet Kebab Turki Baba Rafi yang tersebar di 16 kota di Indonesia.

Ke depan, Hendy berencana mengembangkan usahanya itu ke luar negeri. Dua negara yang diincar adalah Malaysia dan Thailand. “TV BBC London dan majalah Business Week International pernah meliput usaha saya tersebut. Setelah itu, ada orang yang menawari saya membuka outlet di Trinidad & Tobago serta Kamboja,” jelasnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s